Tahapan atau Langkah-langkah Mudah dalam Membuat Bahan Ajar LKS (Lembar Kegiatan Siswa)

Tahap Penyusunan LKS

Bahan ajar lembar kegiatan siswa (LKS) dapat menjadi bahan ajar yang sangat bermanfaat dan tepat digunakan untuk materi pelajaran tertentu bahkan juga dapat digunakan untuk hampir pada semua materi pembelajaran. Tak heran jika banyak guru yang menerapkan dan menggunakan bahan ajar lembar kegiatan siswa (LKS) ini dalam kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan.

Lembar kegiatan siswa (LKS) dapat disusun sendiri oleh guru agar lebih tepat digunakan dalam pembelajaran yang akan dilakukan. Lembar kerja siswa (LKS) dapat dibuat atau disusun dalam berbagai bentuk, bentuk-bentuk LKS ini menyesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang akan dilakukan, misalnya guru merancang LKS untuk kumpulan praktikum saja atau juga untuk penggunaan dalam pembelajaran lainnya.

Agar dapat membuat dan menyusun bahan ajar lembar kegiatan siswa (LKS) yang baik, dalam proses penyusunan hendaknya memperhatikan berbagai hal yang mempengaruhi dan juga tidak dibuat dengan asal-asalan. Bahan ajar apapun termasuk LKS meskipun sederhana namun jika dibuat dengan sembarangan dan tanpa memperhatikan hal-hal atau langkah-langkah dan tahapan yang baik akan menjadi bahan ajar yang kurang tepat bahkan bisa sangat tidak cocok jika diterapkan dalam pembelajaran.

Untuk itu hendaknya dalam penyusunan atau pembuatan lembar kegiatan siswa (LKS) perlu memperhatikan langkah-langkah atau tahapan yang baik dan runtut agar dapat menghasilkan bahan ajar lembar kegiatan siswa yang baik dan tepat diterapkan dalam pembelajaran. Diknas dalam Prastowo (2012: 212) menjelaskan mengenai tahapan atau langkah-langkah yang baik dalam menyusun bahan ajar lembar kegiatan siswa (LKS), langkah-langkah tersebut adalah:

1. Analisis Kurikulum

Analisis Kurikulum sangat penting dalam perencanaan pembuatan lembar kegiatan siswa. Guru harus mampu memilih materi-materi yang akan dan tepat menggunakan bahan ajar lembar kegiatan siswa (LKS). Hal-hal yang menyangkut kurikulum termasuk perangkat pembelajaran harus diperhatikan terutama pada materi dan kompetensi yang harus dicapai siswa.

2. Menyusun Peta Kebutuhan LKS

Langkah dalam penyusunan peta kebutuhan LKS ini menentukan kuantitas atau banyaknya LKS yang diperlukan. Pada tahap ini juga ditentukan urut-urutan LKS agar dapat digunakan secara dengan baik runtut dan tidak menimbulkan kebingungan. Analisis kurikulum pada langkah sebelumnya sangat berperan disini, jika analisis kurikulum sudah dilakukan maka penyusunan peta kebutuhan LKS dapat lebih mudah dilakukan. Termasuk juga didalam penyusunan peta kebutuhan lembar kerja siswa adalah analisis sumber belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran.

3. Menentukan Judul LKS

Judul LKS biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan tiap kompetensi yang akan dicapai. Jika terlalu besar maka dapat disesuaikan dengan tiap-tiap materi pokok yang diajarkan. Dalam penentuan judul lembar kegiatan siswa (LKS) ini juga harus menentukan komponen penunjang LKS lainnya seperti Kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai juga tujuan penggunaan LKS tersebut serta komponen lainnya.

4. Menulis LKS

Dalam menulis lembar kegiatan siswa (LKS) terdiri dari 4 langkah utama, yaitu:

  1. Merumuskan kompetensi dasar. Kompeteensi dapat dirumuska dengan mengacu dari kurikulum yang dipakai, guru langsung mencantumkan kompetensi yang ada pada kurikulum dan perangkat pembelajaran ke dalam LKS
  2. Menentukan alat penilaian. Penilaian perlu dilakukan dalam setiap pembelajaran, maka sangat perlu dalam LKS dicantumkan alat penilaian yang digunakan. Penilaian ditentukan sesuai kebutuhan serta bentuk dan tujuan dari penggunaan LKS. Perhatikan juga apakah perlu adanya pre-test atau tidak jika ada tentu harus dicantumkan pada awal pada struktur LKS tersebit nantinya.
  3. Menyusun materi. Penyusunan materi jelas harus dilakukan dengan mengacu pada materi dan hal-hal apa saja yang harus disampaikan. Materi ditulis diambil dari sumber belajar yang telah ditentukan sebelumnya. Perlu diperhatikan juga seberapa dalam materi harus dicantumkan dalam LKS, jika menggunakan sumber belajar lain seperti buku teks pelajaran atau lainnya maka materi yang dicantumkan dalam LKS dapat secara umum dan informasi tambahan yang tidak terdapat dalam sumber belajar lain yang digunakan.
  4. Menyusun Struktur LKS. Struktur bahan ajar lembar kegiatan siswa (LKS) harus sangat diperhatikan, ini berkaitan dengan bagaimana kemudahan dalam menggunakan LKS tersebut nantinya. LKS harus disusun secara baik, urut, dan tidak menimbulkan kebingungan dalam penggunaannya. Struktur bahan ajar LKS harus disusus urut yang setidaknya terdiri atas 6 komponen yaitu judul, petunjuk belajar, kompetensi, informasi pendukung, tugas atau langkah kerja, dan penilaian.

Memang langkah-langkah pembuatan bahan ajar lembar kegiatan siswa diatas tidaklah baku, namun jika langkah-langkah diatas diterapkan setidaknya bahan ajar LKS yang dihasilkan dapat lebih baik dan berkualitas. Tahapan penyusunan LKS tersebut sangatlah sederhana dan mudah diterapkan sehingga guru tentunya tidak perlu kebingungan lagi apa yang harus dilakukan jika mengikuti langkah-langkah diatas dalam membuat LKS.

Salah satu metode yang dapat diterapkan dengan menggunakan LKS dalam pembelajaran adalah SQ3R. Guru bisa mempertimbangkan untuk penggunaan metode SQ3R dalam pembelajaran dengan bahan ajar LKS sehingga pembelajaran dan bahan ajar dapat lebih sesuai dengan fungsi dan tujuan pembuatan LKS.


Referensi:
Prastowo, Andi. 2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: DIVA Press
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

55 − 47 =