Komponen atau Hal-Hal yang Perlu Dinilai dalam Proses Pengajaran

Dalam proses belajar mengajar, evaluasi tak hanya perlu dilakukan untuk mengetahui hasil belajar. Evaluasi atau penilaian juga perlu dilakukan untuk menilai proses pengajaran yang telah dilakukan oleh guru. Evaluasi untuk mengetahui hasil belajar bisa digunakan untuk acuan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar siswa, untuk penilaian pengajaran tentu juga dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan pengajaran serta mengetahui kekurangan dan kelemahan pengajaran yang dilakukan oleh guru. Dengan demikian guru dapat memperbaiki sistem mengajar yang dipakai olehnya sehingga kemampuan dan kualitas mengajar guru dapat menjadi semakin baik dan semakin baik.

Guru yang sedang Mengajar

Penilaian dalam proses pengajaran ini sangat besar urgensinya demi kelangsungan dan kemajuan bukan hanya dalam hal mengajar namun juga dalam pembelajaran secara utuh. Evaluasi proses pengajaran juga harus dilakukan oleh guru sendiri karena guru yang benar-benar mengerti segala hal tentang pengajaran yang dilakukan, tentunya dengan memperhatikan dan mendengarkan pendapat dari pihak lain juga semakin menyempurnakan penilaian terhadap pengajarannya. Lebih lanjut lagi tindak lanjut terhadap evaluasi pengajaran yang dilakukan juga perlu dipertimbangkan terutama mengenai revisi atau perbaikan sistem dan strategi mengajar sehingga diperoleh cara dan gaya mengajar yang tepat.

Dalam penilaian atau evaluasi pengajaran, banyak hal yang perlu untuk diperhatikan. Ada beberapa komponen dan hal-hal penting yang perlu dinilai. Sudjana dan Rivai (2007: 147) menyebutkan dan menjelaskan mengenai komponen-komponen yang perlu dinilai dalam proses pengajaran antara lain tujuan, bahan, metode dan media, hingga sistem evaluasi.

Tujuan Pengajaran

Penilaian atau evaluasi terhadap tujuan pembelajaran ini terutama pada bagaimana guru merumuskan tujuan pembelajaran yang sesuai. Tujuan pembelajaran meliputi tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus (TIK) dimana perlu dirumuskan berdasarka materi dan kompetensi-kompetensi yang hendak dipelajari dan dicapai. Meliputi pula perumusan indikator-indikator yang lebih spesifik dimana siswa harus mampu mencapainya. Perumusan tujuan pembelajaran ini harus baik dan sesuai serta komponen dan proses pengajaran lain bisa mengacu pada tujuan pembelajaran tersebut. Jadi proses pengajaran yang baik dapat dimulai dari perumusan tujuan yang baik dan sesuai.

Bahan Ajar

Evaluasi bahan ajar ini dilakukan terhadap ketepatan pemilihan dan penggunaan bahan ajar dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Kajian terhadap bahan ajar ini sangat penting mengingat peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda sehingga guru harus mampu menentukan bahan ajar yang sesuai secara umum untuk diterapkan pada peserta didik yang akan diampu.

Metode dan Media Pembelajaran

Seperti banyak diketahui bahwa metode dan media pembelajaran dipilih dan digunakan mengacu pada tujuan pembelajaran serta sesuai dengan bahan ajar yang dipakai. Peranan media pembelajaran adalah sebagai alat penyampai bahan ajar serta memperjelas kandungan isis bahan pengajaran yang digunakan. Pemilihan media dan metode pengajaran yang digunakan hendaknya tidak sembarangan, harus mengikuti langkah-langkah yang sistematis dalam pemilihan media dan metode pembelajaran. Penilaian media dan metode dapat dilihat dari ketepatan dengan tujuan dan bahan ajar, kemampuan mengembangkan pembelajaran, kesesuaian dengan karakteristik peserta didik, nilai praktis bagi guru dan siswa, alokasi waktu, dan bagaimana peranannya terhadap hasil belajar siswa.

Sistem Penilaian

Evaluasi terhadap sistem penilaian diharapkan mampu menemukan model penilaian yang tepat diterapkan. Beberapa hal yang harus dinilai terkait sistem penilaian ini antara lain adalah jenis atau model penilaian, alat penilaian, prosedur penilaian, penafsiran atau pemaknaan terhadap hasil penilaian, serta pemanfaatan terhadap hasil penilaian yang telah didapat. Penilaian terhadap sistem evaluasi ini perlu dilakukan secara detail bahkan perlu juga dilakukan analisis terhadap tiap item atau soal dari alat pembelajaran yang digunakan sehingga guru pada masa mendatang mampu menerapkan metode penilaian yang paling tepat dan paling akurat digunakan untuk menilai hasil belajar siswa.

Evaluasi terhadap pengajaran yang dilakukan guru ini tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali saja namun tentu harus dilakukan secara terus menerus, bahkan setiap selesai melakukan pengajaran sangat perlu dilakukan penilaian. Evaluasi pada proses pengajaran yang dilakukan secara terus menerus dapat membuat pengajaran guru semakin berkembang. Guru semakin mampu menerapkan sistem pengajaran yang tepat antara pengajaran satu dengan proses pengajaran lainnya terutama sistem pengajaran antar materi pembelajaran. Harapan yang hendak diperoleh dari evaluasi terhadap komponen-komponen proses pengajaran ini tentunya adalah peningkatan hasil belajar siswa, serta juga meningkatkan kualitas guru yang bermanfaat untuk kesinambungan dan peningkatan jabatan guru dan profesi kependidikan yang diemban.


Referensi:
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2007. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 2 = 4