Implikasi (Keharusan) dalam Penerapan E-Learning atau Pembelajaran Online

Pembelajaran online atau online learning atau e-learning sudah semakin banyak diterapkan serta digunakan pada banyak kebutuhan pembelajaran. Pembelajaran yang memanfaatkan internet sebagai media transfer informasi atau materi ini sudah mulai diterapkan dilembaga-lembaga atau institusi pendidikan bahkan diterapkan sebagai pembelajaran reguler. Banyak kemudahan dan kelebihan memang pembelajaran yang dilakukan dengan sistem e-learning tentunya keunggulan utamanya adalah pembelajaran dapat dilakukan dalam jarak jauh dan secara massal.

Komponen pembelajaran E-Learning

Dalam sistematika pembelajaran online sangat perlu memperhatikan banyak komponen-komponen pembelajaran online yang terkait, karena sedikit perubahan saja bisa mempengaruhi keseluruhan sistem pembelajaran yang dilakukan. Oleh karena itu, pengembangan sistem e-learning yang membutuhkan website ini sangat perlu dikelola atau ditangani oleh tim pengembang e-learning khusus yang terdiri dari ahli-ahli pada bidang tugasnya masing-masing. Hal ini tentu bertujuan agar sistem e-learning dapat dimengerti dan dapat digunakan dengan mudah meskipun masih pemula sekalipun tanpa menghilangkan esensi pembelajaran.

Terkait dengan penggunaan pembelajaran online, banyak sekali interaksi-interaksi dalam online learning atau pembelajaran online. Penggunaan sistem yang baik akan mampu menciptakan interaksi-interaksi antar komponen dan pelaku pembelajaran yang baik, bukan hanya antara peserta didik atau siswa dengan mentor atau guru saja, namun juga interaksi dengan materi pembelajaran atau bahan ajar atau konten yang disajikan.

Penggunaan e-learning yang baik harusnya dilakukan sesuai dengan ketentuan. Ada beberapa keharusan yang harus ada agar sistem pembelajaran online berjalan dengan lancar. Anderson dan Elloumi dalam Sutopo (2012: 146) menyebutkan hal-hal yang menjadi implikasi atau keharusan penggunaan sistem e-learning atau pembelajaran online, yaitu:

  • Siswa harus menentukan secara eksplisit apa yang harus dihasilkan, sehingga dia dapat menentukan pilihan apa yang akan dipelajari.
  • Siswa harus dapat mengevaluasi dirinya sendiri apakah berhasil atau tidak dalam pembelajaran online melalui penilaian atau ujian secara online. Test online ini juga harus diintegrasikan pada sistem e-learning layaknya pembelajaran pada umumnya yang memerlukan evaluasi.
  • Bahan ajar harus memiliki tahapan yang memadai untuk menunjang pembelajaran. Tahapan bisa dalam bentuk sederhana, maupun kompleks , mudah, sulit, dan pengetahuan sampai aplikasi.
  • Siswa harus dilengkapi dengan umpan balik sehingga dia dapat memantau apa yang dikerjakan dan memperbaiki kesalahannya.

E-learning bisa menjadi revolusioner dalam bidang pendidikan khususnya pembelajaran. Sistem yang diterapkan dalam e-learning telah menyeluruh dimana pembelajaran tidak dikelola secara manual atau konvensional lagi, melainkan sudah terintegrasi secara menyeluruh sehingga mengelola pembelajaran menjadi jauh lebih mudah. Untuk itulah, hal menyangkut implikasi diatas perlu diperhatikan dan dilakukan agar pembelajaran online dapat terlaksana sesuai dengan sistem dan kriteria ideal online learning yang telah dibangun.


Referensi:
Sutopo, Ariesto Hadi. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 1