Prinsip-Prinsip Dasar Mengenai Persepsi atau Penerimaan Materi oleh Siswa dalam Belajar

Persepsi belajar siswa merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses belajar. Persepsi belajar siswa merupakan sudut pandang atau pemahaman siswa terhadap materi ataupun informasi yang telah diterima oleh siswa ketika kegiatan belajar berlangsung. Persepsi belajar ini juga merupakan bagaimana siswa mengerti hingga menanggapi materi pelajaran yang telah ditransfer melalui proses pembelajaran.

Persepsi atau Penerimaan Materi oleh Siswa dalam Belajar

Sangat penting untuk memastikan agar peserta didik memiliki persepsi yang kuat dan pemahaman materi yang benar. persepsi atau pemahaman materi yang baik dan benar akan membuat siswa mampu memahami materi pelajaran sehingga dapat mencapai kompetensi dan tujuan belajar. persepsi ini bisa dikatakan sebagai hasil pemikiran siswa atau aspek kognitif dimana melalui pembentukan persepsi siswa ini akan mempengaruhi bagaimana peserta didik bersikap atau aspek afektif hingga bagaimana siswa bertindak atau aspek psikomotor.

Pemahaman terhadap materi ataupun persepsi siswa yang keliru dapat menimbulkan salah paham oleh siswa. Peserta didik bisa saja menerapkan persepsi yang salah tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang dapat semakin membuat peserta didik menjadi salah. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk mampu menyampaikan materi dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah.

Mengenai persepsi belajar siswa itu sendiri ada beberapa prinsip-prinsip dasar yang berkaitan. Slameto (2010: 103-105) menjelaskan prinsip-prinsip dasar mengenai persepsi atau penerimaan materi oleh siswa dalam belajar, prinsip-prinsip dasar persepsi belajar tersebut antara lain adalah:

1. Persepsi itu Relatif bukan Absolut

Peserta didik tidak selalu mampu menerima dan memahami segala sesuatu yang diterima persis seperti apa maksud informasi yang diterima tersebut. Persepsi yang dimiliki ataupun yang diterima dari proses belajar itu sendiri juga dapat berubah seiring dengan adanya informasi-informasi dan materi-materi lain yang masuk dan diterima kemudian. Karena prinsip persepsi yang relatif ini maka pembentukan persepsi yang baik dan benar dalam belajar dapat dilakukan. Guru juga dapat memperbarui dan memperbaiki persepsi yang keliru pada siswa.

Pada awal penerimaan materi kemungkinan akan sulit dilakukan penyampaian persepsi yang baik. Namun untuk kemudian guru dapat lebih mengerti siswa sehingga mampu merencanakan pembelajaran dengan lebih baik untuk kegiatan belajar mengajar berikutnya sehingga siswa dapat menerima persepsi terhadap materi yang diterima dengan lebih cepat dan lebih baik karena telah terjadi pembetukan persepsi dari pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya.

2. Persepsi itu Selektif

Seseorang hanya dapat memperhatikan beberapa rangsangan dari berbagai rangsangan yang diterima pada saat tertentu. Ini membuat rangsangan yang diterima akan tergantung dan mencoba dihubungkan pada rangsangan atau apa yang telah dipelajari. Berarti bahwa persepsi memiliki kecenderungan ke satu arah tertentu, juga setiap siswa memiliki keterbatasan dalam kemampuan untuk mempelajari sesuatu terutama dalam hal menerima rangsangan.

Ini berarti dalam pembelajaran pada suatu materi guru garus memberikan tekanan-tekanan terhadap hal-hal yang penting terkait dengan materi. Jangan sampai karena selektif dan keterbatasan peserta didik dalam kemampuan menerima materi maka materi materi pokok yang penting tidak dapat dipahami. Selektifnya siswa ini utamanya dipengaruhi oleh banyaknya rangsangan atau informasi bahkan gangguan yang mungul ketika proses belajar. Guru hendaknya mampu menciptakan kondisi belajar yang baik sehingga tidak banyak gangguan yang membuat perhatian peserta didik terpecah yang dapat mengakibatkan penerimaan persepsi yang keliru.

3. Persepsi Memiliki Tatanan

Bagaimana peserta didik menerima rangsangan tidak bisa dengan cara yang sembarangan. Siswa akan menerima dalam bentuk hubungan-hubungan atau kelompok-kelompok yang jika rangsangan datang tidak lengkap maka siswa dapat melengkapi sendiri dengan mencari hubungan-hubungan sehingga menjadi lebih lengkap dan jelas. Ini mengindikasikan bahwa agar persepsi mudah dibentuk diperlukan penyusunan atau tatanan materi dan penyampaian yang baik.

Hubungan eratnya adalah dengan bagaimana guru mampu menyiapkan atau merencanakan pembelajaran dengan susunan yang baik. Perencanaan pembelajaran harus dituangkan dalam perangkat pembelajaran yang disusun dengan format atau susunan yang tertata dengan pertimbangan berbagai hal yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam hal ini utamanya adalah persepsi siswa. Materi harus disajikan dengan lengkap dan berurutan sehingga antara satu dengan yang lain dapat saling terhubung dan tidak menimbulkan interpretasi yang salah.

4. Persepsi Dipengaruhi Harapan dan Kesiapan

Harapan dan kesiapan penerima pesan akan menentukan pesan mana yang akan dipilih untuk diterima yang kemudian ditata hingga dapat diinterpretasikan oleh siswa. Pengaruh motivasi, kemauan, minat, hingga rutinitas dalam belajar sangat berperan penting dalam mempengaruhi bagaimana harapan serta kesiapan siswa dalam belajar, jika siswa memiliki harapan dan kesiapan yang tinggi tentu siswa akan berusaha untuk mendapatkan persepsi belajar terhadap materi dengan baik.

5. Persepsi Seorang atau Kelompok dapat Jauh Berbeda dengan Persepsi Orang atau Kelompok Lain

Perbedaan persepsi bisa saja terjadi antara individu atau kelompok satu dengan yang lain meskipun kondisi dan perlakuannya sama. Hal ini dipengaruhi karena perbedaan serta karakteristik masing-masing individu atau kelompok tersebut. Lihat saja dalam pembelajaran sebuah kelas, terdapat siswa yang mampu menangkap materi pelajaran dengan baik juga ada yang tidak padahl materi, metode, ataupun media yang digunakan untuk penyampaian materi adalah sama.

Agar dapat memperoleh persepsi yang seragam, guru hendaknya memberikan perlakuan berbeda kepada masing-masing individu maupun kelompok terutama pada peserta didik atau kelompok yang memiliki perbedaan karakteristik yang cukup mencolok. Misal saja dalam sebuah kelas terhadap siswa pintar yang memiliki pemahaman materi yang sangat baik, juga terdapat siswa yang kurang mampu mendapat persepsi dengan baik, guru dapat meminta bantuan kepada siswa yang pintar tersebut untuk membantu siswa yang lemah agar emdapat persepsi yang baik karena hubungan antar siswa tentu akan dapat memperkuat belajar. Atau juga terdapat kelompok belajar atau kelas yang memiliki karkteristik umum berbeda, maka guru dapat menerapkan metode mengajar yang berbeda pada kelas tersebut dibandingkan dengan kelas lainnya.

Pengetahuan serta pemahaman akan prinsip-prinsip dasar tentang persepsi belajar peserta didik ini sangat penting diketahui oleh pengajar. Jelas sekali penentuan segala keputusan dan perlakukan yang akan diambil oleh guru sangat perlu mempertimbangkan mengenai persepsi atau bagaimana siswa mampu memahami materi pembelajaran. Baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, revisi, hingga perencanaan pembelajaran kembali guru tetap harum memperhatikan bagaimana persepsi siswa.


Referensi:
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

28 − 20 =