Pokok-Pokok Persoalan Mengenai Pustakawan

Pustakawan Pustakawati

Pustakawan merupakan orang yang bekerja dan bertugas untuk mengelola perpustakaan yang telah menempuh study atau pelatihan untuk menjadi pustakawan. Peran pustakawan adalah sangat penting bagi berjalannya seluruh kegiatan yang ada di perpustakaan. Segala jenis aktivitas yang terjadi dan apa yang tersimpan di perpustakaan harus diketahui oleh pustakawan dan menjadi tanggung jawab pustakawan tersebut. Dalam artian bahwa pustakawan mengendalikan dan mengelola perpustakaan secara utuh.

Jika dilihat dari peran dan tugas sebenarnya seorang pustakawan, maka pekerjaan menjadi pustakawan bukanlah pekerjaan yang mudah. Esensi utama menjadi pustakawan bukan hanya menjaga perpustakaan saja namun juga dalam pekerjaan lain yang menyangkut aktivitas di perpustakaan. Terutama adalah dalam administrasi perpustakaan yang merupakan salah satu dari sekian banyak tugas dan tanggung jawab menjadi pustakawan. Banyaknya peran, tugas, dan tanggung jawab seorang pustakawan ini yang mengharuskan pustakawan memiliki keterampilan dan ilmu khusus dalam mengelola perpustakaan.

Masyarakat harusnya melihat pustakawan sebagai sebuah pekerjaan yang luar biasa. Namun pada kenyataannya, pekerjaan menjadi pustakawan masih banyak dipandang biasa saja bahkan banyak masyarakat menganggap pustakawan merupakan pekerjaan yang tidak menjanjikan. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa pustakawan hanya bertugas duduk-duduk manis mulai dari jam buka perpustakaan hingga jam tutup perpustakaan. Padahal tentunya hal sebenarnya tidaklah demikian, masyarakat masih kurang memahami esensi utama menjadi pustakawan.

Anggapan yang cukup negatif dari masyarakat terhadap pustakawan ini hanya merupakan salah satu dari sekian banyak pokok persoalan yang melekat dan dihadapi pustakawan. Menurut Cram dalam Suwarno (2011: 33) menyebutkan bahwa terdapat beberapa pokok persoalan yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan menjadi pustakawan atau librarian.

Stereotip

Stereotip atau Stereotipe merupakan anggapan umum atau sifat umum yang dipercayai oleh masyarakat umum terhadap kelompok orang tertentu. Stereotip yang melekat pada pustakawan tampaknya kurang menguntungkan. Banyak yang menganggap bahwa pekerjaan menjadi pustakawan tidak bisa melakukan banyak hal. Pustakawan sepertinya hanya mengerjakan pekerjaan yang membosankan dan itu-itu saja. Terhadap stereotip negatif ini pustakawan perlu memiliki percaya diri dan mental yang baik sebagai pustakawan agar dapat menangkalnya.

Permasalahan Citra

Beberapa citra negatif dan kurang baik yang disematkan pada pustakawan antara lain dalam hal penampilan, kepribadian, status, hingga gaji. Dan yang membuat makin kurang adalah banyak pustakawan yang merasa kurang dibandingkan profesi lainnya.

Keterbatasan Pustakawan

Pustakawan memiliki keterbatasan terutama dalam hal tempat kerjanya yang mengharuskan selalu didalam perpustakaan. Juga dalam diri pustakawan yang banyab beranggapan bahwa pekerjaan pustakawan merupakan pekerjaan yang sulit untuk dikembangkan baik pengembangan diri pustakawan maupun pengembangan pekerjaan menjadi pustakawan itu sendiri.

Prinsip Prometheus

Promotheus adalah Dewa dari Mitologi Yunani yang dapat berubah-ubah. Maksud dan kaitannya dengan pustakawan adalah bahwa pustakawan seringkali mendapati kondisi dimana pekerjaan yang dilakukan manjadi kurang jelas, ini menuntut pustakawan harus mampu menghadapi pekerjaan tersebut dengan cara dia. Dalam perkembangan zaman, peran dan tugas pustakawan juga terus berkembang, oleh karena itu, pustakawan hendaknya mampu menyesuaikan diri dengan perkambangan yang terjadi.

Transformasi Nilai

Tranformasi nilai pustakawan ini berkaitan dengan upaya mendefiniskan kembali jati diri pustakawan, yakni nilai inti dari diri dan sikap sebagai profesional. Sejalan dengan prinsip Promotheus bahwa perkembangan tentu akan membutuhkan perubahan-perubahan atau transformasi nilai dimana pustakawan harus dapat menyesuaikan dan menanggapi dengan baik.

Etos Komersial

Pokok persoalan ini berkaitan erat dengan kondisi finansial. Kita tahu bahwa perpustakaan banyak didirikan dibawah lembaga atau institusi yang tidak banyak menghasilkan atau mengambil keuntungan dari kegiatan yang dilakukan. Ini tentu berdampak pada keberadaan perpustakaan dan pustakawan, alokasi dana untuk perpustakaan harus dikesampingkan terlebih dahulu, ini membuat pustakawan cukup kesulitan untuk mendapatkan penghasilan dan kenaikannya. Pustakawan harus bekerja ekstra dan memiliki nilai dan etos kerja yang tinggi agar dapat mencapainya.

Fungsi Pustakawan

Dalam perkembangan sistem informasi global, fungsi pustakawan juga banyak bergeser. Pustakawan saat ini lebih dituntut keprofesionalannya, ini dapat dilihat dari banyak dibukanya pendidikan khusus untuk bidang perpustakaan yang tentu menjadi pustakawan merupakan salah satu tujuan utama pendidikan tersebut. Keterampilan pustakawan mutlak diperlukan untuk mengelola perpustakaan sehingga tidak sembarang orang dapat menjadi pustakawan.

Diatas merupakan sedikit dari banyak pokok persoalan yang melekat dan dihadapi pustakawan. Pekerjaan yang menyangkut managemen perpustakaan ini terlihat sepele, namun pada kenyataannya tidaklah semudah dan seperti yang dibayangkan kebanyakan orang. Keterampilan khusus diperlukan agar dapat menjadi pustakawan. Pustakawan juga harus mampu menangkal dan merubah anggapan yang kurang baik atas dirinya sehingga profesi pustakawan dapat mulai dipandang layaknya profesi pada umumnya bahkan lebih baik.


Referensi:
Suwarno, Wiji. 2011. Perpustakaan & Buku: Wacana Penulisan & Penerbitan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 7