Pertimbangan Pemilihan Koleksi Perpustakaan Sesuai Taraf Berpikir Pengunjung

Perpustakaan sebagai pusat atau sumber koleksi ilmu pengetahuan bertugas menyajikan berbagai macam bahan pustaka terutama buku. Kita sebagai user atau pengguna dapat dengan mudah menemukan buku atau sumber yang kita butuhkan dengan mengunjungi perpustakaan.

Adalah tugas perpustakaan untuk menyajikan koleksi buku dan bahan pustaka lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pengguna atau pengunjung. Dalam hal ini perpustakaan tidak perlu harus menyediakan dan menyajikan bahan pustaka yang selengkap mungkin. Perpustakaan harus mampu menyediakan buku dan bahan pustaka yang sekiranya dibutuhkan oleh mayoritas pengunjung yang datang terutama untuk perpustakan yang berada dalam suatu instansi tertentu atau perpustakaan yang memiliki tema khusus.

Pengelompokkan Buku Perpustakaan

Hal ini bertujuan agar perpustakaan dapat berfungsi secara efektif. Perpustakaan harus mampu meminimalisir penyediaan bahan pustaka yang tidak dibutuhkan oleh pengunjung sehingga bahan pustaka yang tidak pernah digunakan pengunjung tidak menjadi sia-sia dan dapat ditempati oleh koleksi lain yang lebih dibutuhkan pengguna atau pemustaka. Yang sangat perlu diperhatikan adalah bagaimana agar buku-buku diperputakaan dapat disajikan sesuai dan menarik keinginan pengunjung untuk mengambil.

Seperti yang kita ketahui bahwa buku mampu mempengaruhi pemikiran pembaca, maka dari itu sangat perlu disajikan buku-buku dan koleksi yang tepat guna untuk pemustaka. Koleksi yang disajikan hemdaknya juga disesuaikan dengan tingkat perkembangan pengunjung terutama perkembangan daya intelektual. Perpustakaan yang dibangun di tingkat akademisi perguruan tinggi tentu akan jauh berbeda dengan perpustakaan yang dibamgun di tingkat pendidikan menengah.

Priyono (2006: 4) menyebutkan bahwa ada beberapa pertimbangan dalam pemilihan buku atau koleksi untuk perpustakaan yang harus disesuaikan dengan taraf perkembangan berpikir pengunjung, antara lain adalah:

  • Pelukis menggunakan garis yang mampu melukiskan latar belakang, menciptakan mood, menegaokan emosi, dan memperkuat alur cerita
  • Warna yang digunakan memperkuat bahasa tulis pengarang, warna dapat melukiskan mood, latar belakang, watak dan tema cerita
  • Pemanfaatan ruang yang mengangkat teks dan mampu mengekspresikan suasana
  • Penggunaan tekstur yang membuat pembaca ingin menyentuhnya
  • Desain ilustrasi memperkuat alur cerita
  • Ilustrasi mengantisipasi aksi dalam cerita dan klimaks cerita

Dilihat dari banyak hal yang perlu diperhatikan dalam mempertimbangkan pemilihan buku dan koleksi yang akan disajikan di perpustakaan terlihat bahwa sepertinya aspek visual pada buku menjadi sangat utama dan penting. Tidak mengherankan karena aspek visual ini pada umumnya mampu menyampaikan keseluruhan isi buku hanya dengan tampilan saja. Ini mengapa buku-buku terbitan baru biasanya memiliki desain ilustrasi yang lebih baik dan dirancang agar langsung mampu memberitahukan pada pengguna garis besar dari isi buku tersebut.

Pengunjung atau pengguna juga tidak perlu lagi kesulitan dalam menentukan buku yang hendak digunakan jika buku yang disajikan di perpustakaan memiliki desain visual yang baik. Namun aspek visual disini bukan hanya tentang desain ilustrasi cover saja namun juga tiap-tiap halaman dalam buku, juga bukan hanya tentang adanya gambar yang disematkan namun juga layout, penempatan serta hal-hal detail lain. Juga detail informasi atau isi materi, akan sangat disayangkan jika buku bagus dalam ilustrasi namun lemah dalam isi.


Referensi:
Priyono, Sugeng Agus. 2006. Perpustakaan Atraktif. Jakarta: Grasindo
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

90 − = 85