Keuntungan Dan Kelemahan Penggunaan Tes Lisan Dalam Evaluasi

Terdapat berbagai macam metode atau bentuk penilaian yang dapat dilakukan oleh guru untuk melakukan evaluasi atau penilaian terhadap siswa dan pembelajaran yang sudah dilakukan. Dalam proses pengukuran, guru biasanya akan menguji siswa dengan memberikan tes kepada siswa.

Tes dapat lakukan dengan tertulis maupun secara lisan. Tes tertulis dilaksanakan dengan cara guru memberikan soal dan siswa menuliskan jawaban pada suatu media misalnya kertas lembar jawaban sehingga guru dapat memeriksa kemudian setelah tes dilakukan.

Test Lisan secara interview langsung

Tes lisan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada siswa dan siswa juga harus menjawab secara langsung pertanyaan yang diajukan. Guru saat itu juga harus dapat memberikan penilaian terhadap jawaban yang disampaikan oleh siswa karena jika penilaian dilakukan setelah tes selesai besar kemungkinan guru lupa dengan jawaban yang diberikan oleh siswa kecuali guru melakukan perekaman terhadap tes lisan yang dilakukan.

Penentuan penggunaan tes lisan harus disesuaikan dengan kebutuhan materi yang diajarkan. Alokasi waktu juga sangat perlu diperhatikan dalam penggunan tes lisan untuk evaluasi. Tes lisan dapat memakan waktu sangat lama jika siswa yang harus di tes sangat banyak, hal ini dikarenakan guru harus melakukan tes satu per satu kepada siswa.

Tes lisan memiliki keuntungan dan kelemahan sendiri. Dalam bukunya Sary (2015: 16) menyebutkan tentang keuntungan dan kelemahan penggunaan tes lisan dalam evaluasi atau menilai pembelajaran.

Keuntungan Tes lisan dalam Evaluasi Pembelajaran

  • Dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa, sikap serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung
  • Bagi siswa yang kemampuan berpikirnya lambat sehingga sering mengalami kesulitan dalam memahami pertanyaan soal, tes bentuk lisan dapat menolong sebab dapat menanyakan langsung kejelasan pertanyaan yang dimaksud
  • Hasil tes dapat langsung diketahui oleh siswa

Kelemahan Tes lisan dalam Evaluasi Pembelajaran

  • Subjektifitas pengetesan dari guru atau pengajar sering mencemari hasil tes
  • Waktu pelaksanaan yang diperlukan relatif cukup lama

Tipe tingkatan soal analisis – sintesis akan sangat tepat untuk diterapkan dalam tes lisan. Dalam bahasa terutama bahasa asing, tes lisan akan dengan tepat menguji kemampuan siswa dalam melakukan percakapan ataupun interview atau wawancara langsung.

Tes lisan juga akan memberikan penghematan secara ekonomi dimana guru ataupun siswa tidak perlu menyediakan media untuk menyajikan soal satu per satu pada siswa dan juga media untuk menuliskan jawaban. Namun secara perhitungan waktu tes lisan sangat tidak efektif untuk diterapkan, oleh karena itu tidak semua materi pembelajaran tepat menggunakan tes lisan sebagai pengujiannya.

Dalam penerapan jika hendak memberikan soal yang sama pada semua siswa maka perlu menyediakan ruangan khusus agar siswa lain tidak mengetahui soalnya dan jawaban siswa lain. Jika tidak memungkinkan maka guru bisa melakukan modifikasi atau memberikan pebedaan variabel pada soal antara siswa satu dengan yang lainnya.


Referensi:
Sary, Yessy Nur Endah. 2015. Buku Mata Ajar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Deepublish
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54 − 47 =