Hubungan Antar Arsitektur Penyusun Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Perguruan Tinggi

Jika berbicara mengenai teknologi maka kita ketahui tidak akan ada habis dan ujungnya. Karena memang perkembangan teknologi dari hari ke hari terus berkembang dengan cepat. Perkembangan teknologi ini telah memberikan perubahan yang sangat signifikan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan khususnya dalam pengelolaan pendidikan di pergururan tinggi.

Saat ini pergururan tinggi telah menerapkan teknologi terutama dalam pengelolaan serta proses perkuliahannya. Dapat dilihat saat ini hampir sebagian perguruan tinggi telah menerapkan sistem akademik dan kepegawaian berbasis digital yang dapat diakses oleh mahasiswa, dosen, serta staff dan pegawai lain dimanapun hanya dengan modal internet dan perangkat pengaksesnya. Setiap perguruan tinggi yang menerapkan teknologi biasanya juga memiliki perpustakaan digital (digital library) untuk memudahkan inventarisasi koleksi-koleksi seperti jurnal hingga karya ilmiah.

4 Arsitektur pendukung TIK di Perguruan Tinggi

Penerapan teknologi pada pergururan tinggi ini pada dasarnya menghubungkan atau mengkomunikasikan antara beberapa elemen penting untuk menunjang keberlangsungan sistem teknologi yang diterapkan. Elemen-elemen tersebut merupakan arsitektur yang saling menunjang dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di perguruan tinggi.

Indrajit (2011: 61) menjelaskan bahwa secara esensi, keempat arsitektur ini memiliki hubungan keterkaitan sebagai berikut:

  • Arsitektur Bisnis dan Organisasi akan menjadi dasar atau referensi pijakan dalam memahami sistem sebuah perguruan tinggi dalam tataran yang utuh, menyeluruh, holistik, dan terintegrasi. Dengan memahami visi, misi, obyektif, nilai, program, proses, dan aktivitas bisnis/organisasi perguruan tinggi inilah maka dapat ditentukan dan didefinisikan jenis informasi seperti apa sajakah yang diperlukan oleh masing­‐masing pihak, unit, dan pemangku kepentingan dalam kaitannya dengan penyelenggaraan institusi pendidikan tinggi. Dasar inilah yang nantinya akan menjadi referensi dalam mengembangkan Arsitektur Informasi dan Basis Data.
  • Arsitektur Informasi dan Basis Data yang berisi gambaran aliran data serta informasi secara keseluruhan dalam lingkungan organisasi pada dasarnya diperlukan (baca: input) dan dihasilkan (baca: output) oleh sejumlah proses yang ada dalam lingkungan penyelenggaraan organisasi. Memperhatikan bahwa sebagian proses telah dilakukan secara otomatis oleh aplikasi TIK dan data/informasi yang mengalir di dalamnya disimpan serta dikelola secara elektronik, maka dapat dikembangkan Arsitektur Aplikasi dan Piranti Lunak yang dimaksud.
  • Arsitektur Aplikasi dan Piranti Lunak yang disusun dan dikembangkan pada dasarnya memperlihatkan hubungan keterkaitan dari portofolio software serta modul-modulnya yang dimiliki oleh sebuah perguruan tinggi. Memperhatikan bahwa hubungan tersebut secara langsung menggambarkan bagaimana secara fisik dan logika terjadi interkoneksi komunikasi data elektronik, maka keberadaannya akan berkaitan langsung dengan Arsitektur Piranti Keras dan Jaringan Infrastruktur yang perlu dikembangkan dalam lingkungan kampus.
  • Arsitektur Piranti Keras dan Jaringan Infrastruktur pada akhirnya menggambarkan tulang punggung “jejaring syaraf” transmisi antara satu titik unit dengan titik unit lainnya yang berada dalam wilayah teritori institusi perguruan tinggi. Tanpa adanya “backbone” ini akan mustahil dapat dikembangkan sistem TIK yang terpadu dan menyeluruh

Agar penerapan teknologi informasi dan komunikasi di perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik maka keempat arsitektur diatas wajib ada dan saling mendukung satu sama lain. Ini diperlukan karena penerapan teknologi merupakan suatu hal yang masif dan kompleks, sehingga masing-masing bidang pendukung harus secara aktif berinteraksi dengan bidang pendukung lain.


Referensi:
Indrajit, Richardus Eko. 2011. Teknologi Informasi dan Perguruan Tinggi : Menjawab Tantangan Pendidikan Abad ke-21. APTIKOM

 

The following two tabs change content below.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − 9 =