Unsur-Unsur Yang Perlu Diperhatikan Dalam Usaha Meningkatkan Mutu Pendidikan / Perguruan Tinggi

Pendidikan atau perguruan tinggi sekarang sudah menjadi standar tingkat pendidikan minimum untuk berbagai keperluan terutama dalam bidang karir atau pekerjaan formal yang layak. Sebagian besar perusahaan memberikan syarat minimal memiliki gelar vokasi ahli madya atau bahkan sarjana bagi calon karyawan yang hendak masuk sesuai bidang spesialisasinya. Ini disebabkan karena lulusan pendidikan tinggi lebih dipersiapkan untuk melakukan pekerjaan dan tanggung jawab sesuai dengan bidang keilmuannya.

Pendidikan tinggi mampu memberikan kualitas sumber daya manusia yang tentunya lebih baik daripada tingkat pendidikan menengah kebawah. Pendidikan tinggi telah dibekali ilmu praktis yang dapat berguna dan diterapkan pada dunia kerja setelah lulus. Namun agar mampu menghasilkan sumber daya yang berkualitas, maka institusi pendidikan atau perguruan tinggi harus sangat diperhatikan.

graduate

Manajemen atau pengelolaan pendidikan tinggi harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar didapat kualitas atau mutu yang terbaik dari output yang dihasilkan. Dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di tingkat perguruan tinggi melibatkan banyak unsur terutama yang berkaitan dengan manajemen atau pengelolaan perguruan tinggi.

Dalam bukunya Tilaar (1998: 249-250) menerangkan tentang studi yang diadakan UNESCO menunjukkan adanya unsur-unsur yang perlu mendapat perhatian dalam usahanya untuk meningkatkan mutu pendidikan atau perguruan tinggi, yaitu:

Kaderisasi tenaga dan pimpinan perguruan tinggi

Dalam mewujudkan misi ini diperlukan rencana kerja yang baik bagaimana tenaga-tenaga dan pimpinan perguruan tinggi direkrut dan dipersiapkan untuk melanjutkan kelangsungan hidup suatu perguruan tinggi yang bermutu.

Bagaimana mengolah sumber-sumber yang ada dalam suatu lembaga

Sumber-sumber tersebut adalah mahasiswa. dana dan fasilitas. Dalam hal mahasiswa ketegangan yang muncul adalah masalah kualitas dan kuantitas, apalagi apabila persoalan tersebut terkait masalah biaya. Biaya operasional perguruan tinggi menjadi tergantung dari sumber pembiayaan dari mahasiswa sendiri. Ini kaitannya juga dengan kualitas dan kuantitas kebutuhan fasilitas belajar dan mengajar agar dapat diperoleh output yang memiliki kualitas.

Administrasi

Administrasi dalam perguruan tinggi hendaknya dikelola dengan sebaik mungkin. Tenaga administrasi harus ditempati oleh tenaga profesional yang menguasai ilmu dan keterampilan dalam bidang administrasi dan manajemen.

Kelembagaan

Pendidikan tinggi termasuk lembaga sosial yang unik karena bukan hanya seperti lembaga pada umunnya namun juga suatu lembaga keilmiahan yang menggabungkan antara kemampuan manajerial dan akademik. Kelembagaan pada tingkat pendidikan tinggi harus stabil dan dinamis dalam arti cepat dan mampu menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia ilmu pengetahuan.

Perhatian kepada masing-masing unsur diatas akan menjadikan manajemen atau pengelolaan pendidikan tinggi menjadi efektif dan mudah. Jika manajemen dapat dilakukan dengan baik maka jalannya pendidikan dalam sebuah institusi perguruan tinggi akan dapat terlaksana dengan lancar tanpa harus terganggu olah adanya permasalahan internal. Pengelolaan yang baik terhadap semua sumber dan aspek dalam pendidikan / pergururan tinggi akan menghasilkan peningkatan kualitas atau mutu dari pendidikan yang dilaksanakan serta mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang baik dan siap dalam menghadapi era selanjutnya setelah menjalani pendidikan tinggi.


Referensi:
Tilaar, HAR. 1998. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif Abad 21. Magelang: Tera Indonesia
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

87 − = 83