Menggunakan LKS (Lembar Kerja Siswa) dalam Pembelajaran dengan Metode SQ3R

Pembelajaran dilaksanakan untuk menyelenggarakan pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Berbagai macam upaya dilakukan agar pembelajaran dapat dilakukan dengan lancar. Termasuk didalamnya adalah penggunaan berbagai macam sumber, bahan, alat, dan media pembelajaran yang sesuai dan mendukung jalannya pembelajaran.

Penggunaan bahan ajar cetak seperti buku, modul, diktat, dan sejenisnya memang sangat umum dan biasa digunakan karena penggunaannya mudah dan efektif digunakan pada hampir seluruh materi pembelajaran. Salah satu bahan ajar berbentuk cetak adalah LKS yang merupakan singkatan dari Lembar Kerja Siswa atau juga Lembar Kegiatan Siswa. Lembar Kerja siswa pada umumnya didesain agar siswa belajar dengan banyak melakukan dan mengerjakan latihan soal. Meskipun pada LKS juga dicantumkan materi dan ringkasan, namun komposisi terbesar isi LKS adalah soal-soal latihan.

Lembar Kerja Siswa atau Lembar Kegiatan Siswa

Banyak pihak mengatakan bahwa penggunaan LKS kurang sesuai dengan pembelajaran karena penyampaian materi menjadi kurang menyeluruh dan kurang lengkap disebabkan karena materi yang dicantumkan pada LKS hanya berupa garis besarnya saja dan utamanya adalah latihan soal. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat, jika hanya LKS (Lembar Kerja Siswa) yang dijadikan bahan ajar utama memang bisa terjadi demikian, namun tentu beda jika pemanfaatan LKS ini menggunakan metode khusus yang benar dan tidak menjadi bahan ajar utama.

Salah satu metode yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan hasil yang optimal dari pemanfaatan bahan ajar LKS (Lembar Kerja Siswa) adalah dengan metode SQ3R atau Survey, Question, Read, Recite, dan Review (Prastowo, 2012:399). Metode SQ3R ini berupa tahapan-tahapan yang perlu dilakukan jika menggunakan LKS sebagai salah satu bahan ajar, berikut merupakan sedikit penjabaran mengenai penggunaan LKS dengan metode SQ3R.

  1. Survey (Menyurvei). Proses dimana peserta didik membaca serta memahami secara garis besar keseluruhan materi yang ada.
  2. Question (Pertanyaan). Pertanyaan disini maksudnya adalah setelah membaca dan memahami materi yang ada, peserta didik membuat pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dan belum terjawab dalam penjabaran materi. Pertanyaan ini juga diharapkan mampu dijawab oleh siswa sendiri setelah melakukan pendalaman materi selanjutnya.
  3. Read (Membaca). Peserta didik harus mampu memahami materi dan menentukan hal-hal pokok yang penting dalam materi tersebut. Jika perlu peserta didik dapat memberi tanda pada hal penting dalam materi tersebut yang juga dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan yang telah dibuat.
  4. Recite (Meringkas). Peserta didik harus dapat meringkas materi yang telah dipelajari dengan kemampuan mereka sendiri.
  5. Review (Mengulang). Setelah peserta didik mampu meringkas menandakan bahwa peserta didik sudah mampu memahami materi, agar teruji kebenarannya maka perlu untuk melihat ulang materi yang telah dipelajari.

Lembar kerja siswa pada dasarnya menuntut siswa untuk aktif dalam pembelajaran, bukan seperti LKS pada umumnya yang hanya menyediakan latihan soal untuk dikerjakan siswa. Lembar kerja siswa merupakan sebuah lembaran yang berisi apa-apa saja yang harus peserta didik lakukan dan kerjakan dalam proses pembelajaran. LKS menuntun siswa untuk melakukan pembelajaran.

Bukannya seperti LKS pada umumnya yang banyak berisi latihan soal saja, LKS harusnya berisi kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan siswa. LKS harusnya dibuat oleh guru sendiri karena hanya guru sendiri yang mampu mengukur kemampuan siswa yang diajar sehingga guru yang harusnya lebih tahu apa yang harus dikerjakan oleh siswa. Jika esensi LKS ini benar dilakukan terutama dengan metode SQ3R maka pembelajaran dengan menggunakan LKS tentu dapat mendukung jalannya penyampaian materi.


Referensi:

Prastowo, Andi. 2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: DIVA Press
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 8 = 2