Kriteria Pembelajaran Online (E-Learning) Menurut Rosenberg

Skema e-learning sederhana

Teknologi komunikasi dan informasi (TIK) tak henti-hentinya terus dan terus mengalami perkembangan pesat. Teknologi dikembangkan agar komunikasi dan pertukaran informasi dapat berlangsung cepat juga memudahkan manusia dalam berbagai pekerjaan. Termasuk dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, teknologi memberikan inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan agar pembelajaran dapat berlangsung lebih mudah, efektif dan efisien. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan banyak pengaruh dalam proses pembelajaran.

Internet sebagai salah satu produk perkembangan teknologi juga sangat berperan dalam pembelajaran. Internet dapat dipergunakan sebagai sumber maupun media pembelajaran, serta memudahkan pengguna dalam mencari informasi dan referensi yang berkaitan dengan pembelajaran. Dibandingkan sumber-sumber lain seperti toko buku maupun perpustakaan, internet lebih menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam pencarian informasi, referensi, hingga materi yang berhubungan dengan pembelajaran.

Internet bahkan dapat dipergunakan untuk proses pembelajaran secara langsung. Proses pembelajaran yang memanfaatkan medium internet ini dinamakan dengan e-learning, ada juga yang memberikan istilah cyber teaching atau cyber learning. E-learning dibangun agar pembelajaran dapat dilakukan secara jarak jauh. Tidak seperti pembelajaran konvensional, e-learning dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja selama terdapat koneksi internet. Dapat dikatakan bahwa e-learning merupakan pembelajaran yang tidak dibatasi ruang dan waktu.

Menurut Rosenberg dalam Sutopo (2012: 28) menjelaskan bahwa elearning merupakan pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas. Kriteria e-learning tersebut adalah sebagai berikut:

  • E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi, dan membagi materi ajar atau informasi
  • Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet standar
  • Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran dibalik paradigma pembelajaran tradisional

Kriteria e-learning memang terlihat cukup sederhana, ini ditujukan agar pembelajaran melalui e-learning ini mudah dan dapat digunakan siapa saja. E-learning berkembang menjadi beberapa model pembelajaran seperti Computer Based Training (CBT), Computer Based Instruction (CBI)’ Cybernetic Learning Environtment (CLE), Desktop Video Conferencing, Integrated Learning System (ILS), Web Based Training (WBT), dan lain-lain.

Pembangunan website e-learning juga tidak sembarangan, diharapkan melalui tahapan Web Development Life Cycle. Ini dimaksudkan agar website e-learning mudah diakses, dinavigasi, serta digunakan oleh pengguna dengan mudah sehingga pembelajaran yang dilaksanakan melalui media online ini dapat berjalan dengan baik layaknya pembelajaran tatap muka pada umumnya bahkan mampu memberikan hasil yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional.


Referensi:
Sutopo, Ariesto Hadi. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

3 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1