Keterbatasan Penggunaan Komputer dalam Pembelajaran

Keberadaan teknologi memang sangat membantu berbagai macam pekerjaan di berbagai bidang. Perangkat komputer yang merupakan hasil dari perkembangan teknologi telah memberikan pengaruh yang cukup signifikan. Khususnya dalam pendidikan, perangkat komputer telah memberikan kontribusi yang luar biasa.

Komputer dapat diterapkan dalam pembelajaran yang sangat membantu guru dalam penyampaian materi. Siswa juga dapat dengan mudah menerima materi yang diajarkan dengan menggunakan komputer. Sangat banyak sekali keuntungan yang bisa didapat dari penggunaan komputer dalam pembelajaran, hingga terdapat istilah khusus untuk pembelajaran yang memanfaatkan komputer yaitu Computer Assisted Instruction (CAI).

Ilustrasi E-Learning

Namun komputer juga memiliki kelemahan atau keterbatasan. Keterbatasan ini bisa saja mengganggu pembelajaran atau bahkan membuat pembelajaran dengan bantuan komputer menjadi gagal. Salah satu contoh kelemahan komputer adalah bahwa komputer membutuhkan listrik untuk dapat digunakan, jika tidak ada listrik maka pembelajaran dengan bantuan komputer tidak dapat dilaksanakan. Atau ketika pembelajaran menggunakan komputer berlangsung, tiba-tiba listrik tidak menyala, hal ini akan menyebabkan gangguan dalam proses belajar-mengajar.

Pada buku Teknologi Pengajaran (Sudjana, 2007: 138) menyebutkan bahwa sepelti halnya media dan inovasi teknologi lainnya, komputer juga memiliki beberapa keterbatasan utama yang dipergunakan dalam pendidikan yaitu:

  1. Walaupun harga dan pemakaian komputer sudah diturunkan secara- drastis, pengajaran dengan komputer relatif tetap masih mahal. Oleh karena itu, ongkos dan manfaat pemakaian komputer dalam pengajaran perlu diperhitungkan secara hati-hati. Demikian pula masalah pemeliharaannya, terutama bila perlengkapannya rusak karena pemakaian yang berat.
  2. Rancanga dan produksi komputer, terutama untuk tujuan pengajaran masih terbelakang bila dibandingkan dengan rancangan dan produksi komputer untuk maksud-maksud lain, misalnya untuk analisis data.
  3. Materi-materi pengajaran langsung yang bermutu tinggi yang mempergunakan komputer kurang sekali, terutama yang mempergunakan mikrokomputer. Disamping itu terdapat masalah dalam menggabungkan, misalnya sering kali terjadi perangkat lunak yang dikembangkan untuk sistem komputer satu tidak dapat dipergunakan pada sistem komputer lain.
  4. Guru yang merancang materi pengajaran dengan menggunakan komputer bisa bertambah beban pekerjaannya, termasuk memahami keterbacaan komputer.
  5. Kreativitas mungkin bisa terpaku pada pengajaran yang dikomputerkan saja. Komputer adalah abdi untuk mematuhi perintah program-programnya, dan respon siswa yang hakiki atau kreatif akan terabaikan.

Dari keterbatasan yang dimiliki komputer ketika diterapkan dalam pembelajaran ini terlihat bahwa meskipun penggunaan komputer mampu memudahkan dalam pembelajaran, namun hendaknya dapat digunakan dengan baik dan bijak. Pemanfaatan dan penggunaan komputer perlu diperhitungkan dengan baik agar dapat berjalan dengan efektif dan tidak merugikan pengguna maupun pihak lain yang terkait.

Disebutkan juga bahwa kreativitas bisa terpaku pada pengajaran dengan komputer saja, ini berarti bahwa komputer dapat menyisihkan penggunaan media pembelajaran lain serta membuat mental siswa dan guru hanya terfokus pada penggunaan komputer saja.


Rerefensi:
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2007. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo
The following two tabs change content below.

Syaiful Imran

Multiple Personality. :p Penulis (Author) di Ilmu-Pendidikan.net

Latest posts by Syaiful Imran (see all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

77 − = 73